RSS

SELAMAT DATANG DI IMAHAGI

Kilas Balik IMAHAGI

(Dari masa ke masa)

 

Ikatan Mahasiswa Geografi Indonesia (IMAHAGI) adalah organisasi mahasiswa Geografi di seluruh Indonesia  sesuai dengan keputusan Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Departemen Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia No.115/DIKTI/KEP/1990 yang tujuan utama pembentukannya adalah menggalang komunikasi, koordinasi dan konsolidasi dalam rangka meningkatkan kualitas mahasiswa

Geografi menjadi insan akademis yang profesional dan ikut berperan aktif dalam pembangunan

Organisasi ini terbentuk berawal dari obrolan beberapa mahasiswa geografi UMS, UGM, dan IKIP Yogyakarta dalam seminar regional mahasiswa geografi di UMS pada bulan Juli 1987. Ide tersebut tercetus dari adanya keinginan untuk menjalin hubungan yang lebih erat antara sesama mahasiswa geografi di tanah air. Hal ini berkaitan dengan komunikasi, tukar informasi, dan kerja sama yang lebih intensif. Pada saat diadakan seminar mahasiswa ilmu perencanaan wilayah di UGM pada tanggal 24 Agustus 1987, gagasan untuk menghimpun mahasiswa geografi dalam suatu organisasi mapan dibahas kembali. Setelah menghasilkan suatu kesepakatan bulat, akhirnya pada tanggal 27 September 1987 IMAHAGI berhasil diwujudkan.

Kepengurusan IMAHAGI pada saat itu hanya terdiri dari formatur saja, sebagai langkah awal untuk lahirnya suatu organisasi yang diharapkan mampu berbuat banyak sesuai dengan motivasi pendirinya. Langkah selanjutnya berhasil diadakan suatu pertemuan mahasiswa geografi Indonesia pada tanggal 2 – 3 April 1998 di kampus Universitas Indonesia Jakarta. Pertemuan inilah yang menjadi titik tolak terbentuknya susunan pengurus besar IMAHAGI periode 1987 – 1989. Kepengurusan pertama berhasil mewujudkan kegiatan-kegiatan berbagai realisasi program kerja seperti Seminar Mahasiswa oleh Komisariat IMAHAGI Universitas Muhammadiyah Surakarta dengan tema : “Penyediaan Papan bagi Golongan Ekonomi Lemah Menjelang tahun 2000”, Rapat pra-Kongres I dan II, Seminar Mahasiswa, dan Dies Natalis II IMAHAGI oleh Komisariat IKIP Yogyakarta, serta berbagai rapat rutin pembenahan dan penambahan aset organisasi.

Acara-acara akhir dan merupakan acara terbesar dari periode kepengurusan ini adalah Kongres II pada tanggal 13 – 16 November 1989 di IKIP Bandung. Acara ini dimeriahkan dengan dengan Kuliah Umum oleh pakar geografi, diskusi panel, dan pemilihan pengurus besar periode 1989 – 1991. Pengurus baru ini dilantik pada tanggal 16 November 1989 oleh Dekan FPIPS IKIP Bandung. Penyusunan program kerja dalam suatu rapat kerja untuk kepengurusan periode ini dilaksanakan pada tanggal 17 – 18 Februari 1990 di kampus UGM Yogyakarta. Dalam dua tahun periode kepengurusan ini telah berhasil melaksanakan kegiatan-kegiatan, baik yang bersifat pasif maupun aktif. Kegiatan pasif meliputi kegiatan menghadiri berbagai undangan yang ditujukan untuk IMAHAGI, sedangkan kegiatan aktif meliputi bentuk kegiatan yang langsung dilakukan oleh IMAHAGI.

Kegiatan aktif meliputi :

1. Seminar Regional pada tanggal 26 Mei 1990 oleh Komisariat IKIP Surabaya.

Seminar Nasional Pendidikan Kependudukan dan Lingkungan Hidup (PKLH) pada tanggal 22 – 23 September 1990 di Komisariat IKIP Malang

2. Dies Natalis III IMAHAGI.

3. Studi Ekskursi oleh Komisariat UMS di Desa Bulu Kabupaten Jepara Jawa Tengah pada tanggal 9 –14 Maret 1991.

4. Seminar Nasional tentang Lingkungan Hidup dan Indonesia bagian timur pada tanggal 11 – 12 Mei 1991 di Komisariat IKIP Ujung Pandang.

5. Penerbitan majalah IMAHAGI “Ruang”.

6. Penambahan komisariat.

Dan yang sangat melegakan adalah diterimanya surat keputusan dari Direktorat Pendidikan

Tinggi yang mengakui eksistensi IMAHAGI sebagai suatu wadah organisasi nasional.

Kegiatan pasif meliputi :

1.        Menghadiri seminar “Prospek Perkembangan Asia Tenggara dalam Perkembangan Politik dan Ekonomi” pada tanggal 14 Februari 1991 di Universitas Indonesia dan Dies Natalis yang dilaksanakan di Fakultas MIPA UI.

2.        Ikut berpartisipasi dalam Simposium Nasional multi disiplin mahasiswa se-Indonesia yang diselenggarakan Ikatan Senat Mahasiswa Ekonomi Indonesia (ISMEI) tanggal 12 – 15 Desember 1990 di kampus UNS sebagai salah satu panelis dalam sub kelompok sumberdaya manusia dengan topik “Proyeksi Demografi Indonesia dan Implikasinya dalam Pembangunan Jangka Panjang II”.

3.        Kunjungan ke Dirjen DIKTI dan ketua Ikatan Geografiwan Indonesia (IGI) untuk melakukan dialog tentang keberadaan IMAHAGI dan solusi alternatif sebagai kendala.

Kiprah kepengurusan ini dipertanggungjawabkan dalam acara Kongres III IMAHAGI tanggal 9 – 13 September 1991 di Universitas Kristen Satya Wacana Salatiga, Jawa Tengah. Kegiatan ini dimeriahkan dengan seminar nasional “Peran IMAHAGI dalam Pembangunan Indonesia Bagian Timur” yang berlangsung tiga hari dengan menghasilkan 9 ketetapan, yaitu: Tata Tertib Kongres, Kriteria Hymne IMAHAGI, Laporan Pertanggunjawaban PB IMAHAGI periode 1989-1991, GBHK IMAHAGI, Pelimpahan pembuatan Lambang IMAHAGI, Perubahan AD/ART IMAHAGI. Struktur Organisasi IMAHAGI, Pengangkatan PB IMAHAGI, dan Penyelenggaraan Kongres IMAHAGI.

Dalam acara ini juga dilakukan Rapat  Kerja Nasional PB IMAHAGI periode 1991-1993 dan acara penghijauan yang dilaksanakan di Desa Tegalrejo, Salatiga dengan 55 batang mahoni.

Kepengurusan periode 1991-1993 berhasil merealisasikan beberapa program kerja nasional maupun regional, antara lain :

Pertemuan dan Rapat Koordinasi Nasional di UGM bersamaan dengan acara Seminar Nasional “Kebijakan Pembangunan Nasional” di Yogyakarta.

Dies Natalis IMAHAGI yang disemarakkan dengan Seminar Nasional “Optimalisasi Pemanfaatan dan Pengembangan Potensi Sumberdaya Manusia dalam PJP II”, serta pertemuan nasional dan orientasi IMAHAGI di Hotel Ralino, Yogyakarta yang diselenggarakan oleh Komisariat IMAHAGI UMS pada tanggal 3-7 Juni 1993.

Studi ekskursi di Kecamatan Tulis, Kabupaten Batang dan pra-Kongres IMAHAGI yang dilaksanakan oleh Komisariat IMAHAGI UMS pada tanggal 3-7 Juni 1993.

Kepengurusan periode  ini dipertanggungjawabkan pada Kongres IV IMAHAGI pada tanggal 23-26 September 1993 di Graha Wisata Remaja Ancol Jakarta. Acara tersebut dimeriahkan oleh Seminar Nasional tanggal 21-23 September 1993 dengan tema “Antisipasi Permasalahan Lingkungan Hotel Memasuki PJP II” di Auditorium IKIP Jakarta yang dilaksanakan oleh Komisariat IKIP Jakarta. Kepengurusan IMAHAGI periode 1993-1995 telah berhasil melaksanakan amanah kongres, antara lain :

Bulan September 1993 IMAHAGI menghadiri undangan acara Pertemuan Masyarakat Ilmiah Masyarakat Penginderaan Jauh Indonesia (PIT MAPIN) di Gedung UC UGM Yogyakarta.

Pada tanggal 9-10 Februari 1994 di IKIP Yogyakarta diadakan Lomba Cerdas Cermat Geografi se-Jawa Tengah dan DIY yang memperebutkan Trophy IMAHAGI untuk juara II.

Bulan Mei 1994 dilaksanakan kunjungan  Sekjen IMAHAGI ke DIKTI untuk melaporkan perkembangan IMAHAGI, kendala yang dihadapi dan alternatif perolehan dana untuk kegiatan-kegiatan IMAHAGI.

Seminar Nasional, Dies Natalis VII IMAHAGI, dan Studi Bentang Alam di Pulau Samosir dan Danau Toba Sumatera Utara pada tanggal 6-8 Juni 1994 yang dikoordinasi oleh Komisariat IKIP Medan.

Kunjungan PB IMAHAGI, Sekwil Jawa Bagian Tengah, dan Pengurus Komisariat UGM, IKIP Yogyakarta serta UMS ke IKIP Muhammadiyah Purwokerto dalam rangka meninjau kesiapan pelaksanaan penelitian di Desa Ajibarang, Banyumas, sebagai desa binaan IMAHAGI.

Berbagai seminar regional dan nasional yang diselenggarakan oleh komisariat-komisariat se-Indonesia.

Pada Kongres V IMAHAGI di bulan September 1995 di Gedung Puslitbang. Kampus UMS, kepengurusan IMAHAGI digantikan oleh kepengurusan yang baru untuk masa bakti 1995-1997. Periode ini menghasilkan kegiatan antara lain :

Muswil Jawa Bagian Tengah di Komisariat UNS pada tanggal 7 Desember 1995.

Rapat Kerja Nasional IMAHAGI di UMS.

Muswil Jawa Bagian Timur di Komisariat IKIP Malang pada tanggal 26-28 Maret 1996.

Muswil Jawa Bagian Barat di Komisariat IKIP Bandung pada tanggal 23-24 November 1996.

Muswil Jawa Bagian Tengah II di Komisariat UMP, Purwokerto pada tanggal 28-29 Desember 1996.

Penyempurnaan lambang IMAHAGI dengan tidak mengubah arti dan maknanya sebagai amanat yang diberikan oleh Kongres IV di Surakarta.

Dies Natalis X IMAHAGI pada tanggal 27 September 1997 di Komisariat IKIP Malang.

Berbagai seminar tingkat regional dan nasional yang diselenggarakan oleh komisariat-komisariat se-Indonesia.

Selanjutnya pada Kongres VI di Universitas Pendidikan Bandung (UPI) bulan September 1997, dan bertempat di Gedung BLKB, Lembang, kepengurusan IMAHAGI digantikan oleh kepengurusan yang baru untuk masa bakti 1997-1999. PB IMAHAGI periode 1997-1999 mengambil suatu kebijakan berupa “komunikasi struktural” dari PB ke Sekwil yang diteruskan kepada komisariat-komisariat yang ada di bawah Sekwil yang bersangkutan, atau dari PB langsung ke komisariat-komisariat dengan sepengetahuan Sekwil. Dalam komunikasi struktural tersebut, Sekwil maupun komisariat wajib melaporkan segala aktivitas di tempat-tempatnya masing-masing kepada PB setiap 3 bulan.

Adapun dalam melakukan koordinasi dengan sesama Pengurus Besar dilakukan komunikasi dengan sistem jaringan kerja : gethok tular (Jawa-red) yaitu segala informasi yang diterima PB melalui Sekjen didelegasikan kepada Sekbid. Administrasi, kemudian disebarkan kepada beberapa sekbid lainnya hingga seluruh PB dapat mengetahui informasi tersebut.

Periode 1999-2001 ini menghasilkan kegiatan antara lain :

Menghadiri Seminar Nasional dan Muswil Jawa Bagian Timur pada tanggal 2-4 Desember 1999 di Aula Kantor Pusat Universitas Negeri Surabaya.

Membuat statement tentang situasi dan kondisi sosial politik bangsa Indonesia pada tanggal 30 September dan tanggal 15 Oktober 1999.

Studi bentang alam pada tanggal 26 September 1999 di Tangkuban Perahu oleh Komisariat Universitas Pendidikan Indonesia, Bandung.

Rapat Kerja Nasional PB IMAHAGI 1999-2001 pada tanggal 25 September 1999 bertempat di Kampus Universitas Pendidikan Indonesia, Bandung.

Muswil IMAHAGI XIV Jawa Bagian Barat pada tanggal 1-2 Juni 2000 di UHAMKA Jakarta.

Membuat Buletin IMAHAGI sebanyak 50 eksemplar yang didistribusikan pada peserta seminar nasional dan Muswil  IMAHAGI Jawa Bagian Timur pada tanggal 2 Desember 2000.

Seminar Nasional dan Dies Natalis IMAHAGI XIII pada tanggal 13 September 2000 si Aula Museum Negeri Propinsi Lampung oleh Komisariat Universitas ampung yang dihadiri oleh sekitar 200 peserta.

Kemah Kerja Nasional pada tanggal 7-9 September 2000 di Desa Pematang Pasir, Kec. Penengahan, Kab. Lampung Selatan dengan mengundang Ass. II Bupati Lampung dan diikuti oleh 117 peserta.

Membuat Buletin IMAHAGI 100 eksemplar yang didistribusikan pada tanggal 6 September 2000 pada peserta Seminar Nasional IMAHAGI XIII di Universitas Lampung.

Musyawarah Wilayah IMAHAGI Indonesia Bagian Barat pada tanggal 17 November 2000 bertempat di Aula BKKBN Padang dan melantik pengurus terpilih.

Studi Bentang Alam IMAHAGI pada tanggal 18 November 2000 bertempat di Bukit Tinggi, Padang.

Lomba Karya Tulis Populer tingkat Nasional pada tanggal 11 Juli 2001 dengan tema “Solusi bagi Perkembangan Energi di Indonesia dalam Era Keterbatasannya” atas kerjasama PB IMAHAGI, MM USAKTI, Permata Indonesia, HMTM PATRA ITB, HMG UNPAD Bandung.

Menghadiri Sidang Istimewa IMAHAGI Universitas Negeri Makassar tahun 2001.

Berbagai seminar nasional dan regional yang diselenggarakan oleh komisariat-komisariat se-Indonesia.

Sampai dengan periode VII ini, Pengurus Besar telah mencatat sebanyak 33 komisariat di seluruh Indonesia yang terbagi dalam 5 Pengurus Wilayah: Indonesia Bagian Barat; Jawa Bagian Barat; Jawa Bagian Tengah; Jawa Timur, Bali dan Nusa Tenggara; Indonesia Bagian Timur. (adm.pbimahagi/02)

 

Dan masih banyak lagi kegiatan IMAHAGI yang telah berlangsung hingga tahun 2011…

“Wahana Intelektual Muda Visioner”

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 2 Maret 2011 in Uncategorized

 

Mega Seminar

Mega Seminar Nasional Dan Temu Akbar Geografi Indonesia ( Mahasiswa-Guru-Dosen Geografi Se-Indonesia )

TEMA KEGIATAN

Kegiatan ini mempunyai tema “Revitalisasi Fungsi Dan Peran Geografi Dalam Pendidikan Dan Pembangunan Indonesia”.

DASAR PEMIKIRAN

Geografi merupakan bagian dari ilmu sosial dan alam yang berusaha menyumbangkan semua kajian yang ada di dalamnya agar bisa dimanfaatkan oleh manusia. Geografi yang mempunyai konsep, pendekatan dan berbagai macam kajian yang menggambarkan seperti apakah hal-hal yang dipelajari baik secara khusus maupun secara umum. Geografi juga bisa dimodifikasikan dengan ilmu-ilmu lain yang berkaitan dengan kajian geografi dan tentunya pada akhirnya akan menciptakan hal-hal baru yang sebelumnya belum dimunculkan. Inilah yang akan menambah variasi fungsi-fungsi dan peran-peran geografi dalam berbagai aspek. Maka dari itu Ikatan Geograf Indonesia, Ikatan Mahasiswa Geografi Indonesia dan Himpunan Mahasiswa Pendidikan Geografi Universitas Negeri Yogyakarta bersama-sama berkeinginan menyumbangkan pemikiran untuk pembangunan bangsa, baik dalam dunia pendidikan maupun pembangunan secara umum.

Ikatan Geograf Indonesia (IGI) adalah organisasi propesi yang beranggotakan dosen dan Guru Besar Geografi seluruh Indonesia yang bersifat intra dan antar universitas dan merupakan organisasi yang mengkoordinasikan kelembagaan geografi seluruh Indonesia, berorientasi pada perwujudan geografi menjadi insan akademis, profesional dan ikut berperan aktif dalam menyukseskan pembangunan nasional.

Ikatan Mahasiswa Geografi Indonesia (IMAHAGI) adalah organisasi mahasiswa Geografi yang bersifat intra dan antar universitas dan merupakan satu-satunya organisasi yang mengkoordinasikan kelembagaan mahasiswa Geografi seluruh Indonesia. IMAHAGI yang secara historis lahir pada tanggal 27 September 1987 di Yogyakarta, merupakan hasil gagasan dari beberapa mahasiswa geografi UGM, UMS, dan IKIP Negeri Yogyakarta waktu itu. IMAHAGI berorientasi pada perwujudan mahasiswa geografi menjadi insan akademis yang profesional dan ikut berperan aktif konstruktif dalam pembangunan.

Sedangkan mahasiswa secara umum sebagai orang yang berpendidikan dan agen perubahan hendaknya dituntut lebih kritis dan lebih aktif dalam menyikapi berbagai macam fenomena yang terjadi di sekitarnya. Mahasiswa sebagai calon pendidik dan para guru khususnya geografi yang sudah terjun dalam dunia pendidikan hendaknya harus bisa menjadi perantara bagi masyarakat awam untuk menjelaskan dan memahamkan kepada mereka tentang fungsi dan peran geografi baik dalam pendidikan maupun pembangunan bangsa. Karena seperti yang kita ketahui bahwa geografi itu sendiri yang mempelajari tentang Litosfer, Atmosfer, Biosfer, Hidrosfer dan Antroposfer secara langsung maupun tidak langsung sangat berkaitan erat dalam kehidupan manusia, sehingga sudah semestinya geografi harus lebih dikembangkan baik dalam pendidikan maupun pembangunan bangsa ini.

Dalam konteks seperti ini perlu ada dialog antara praktisi, akademisi dan stakeholder Geografi. Dari para praktisi, baik dari sektor swasta maupun Pemerintah, diharapkan dapat dipaparkan pengalaman praktis, dan dari para akademisi diharapkan dapat dipaparkan ide–ide kreatif dan inovatif dalam menangani masalah pembangunan, perencanaan dan pendidikan yang lebih baik. Sedangkan para stakeholder diharapkan dapat memberikan masukan kebijakan dan dukungan sehingga tercipta suatu lingkungan yang kondusif bagi tumbuh dan berkembangnya pendidikan dan pembangunan yang produktif dan inovatif di Indonesia.

Upaya Geografi dalam pembangunan bangsa ini, tidak akan berarti jika mayarakat geografi sendiri tidak turun langsung ke lapangan. Pembangunan di bumi pertiwi saat ini sudah tidak dapat menunggu lagi. Kerusakan lingkungan yang saat ini terjadi, sudah tidak dapat ditolerir lagi. Kerusakan hutan, polusi dan bencana-bencana yang mengikutinya sudah kian menjepit dan meringsekkan rusuk-rusuk bumi. Kinilah, saatnya beraksi, saatnya bergerak dan beraksi memberikan pemikiran untuk bumi pertiwi ini.

Melihat gambaran fenomena tersebut, maka untuk merefresh, meningkatkan dan menguatkan kembali fungsi dan peran georafi yang kemudian pada akhirnya bisa diwujudkan dalam bidang pendidikan dan pembangunan bangsa secara konkret, maka Ikatan Geograf Indonesia (IGI) dan Ikatan Mahasiswa Geografi Indonesia ( IMAHAGI ) bekerjasama dengan Himpunan Mahasiswa Pendidikan Geografi ( HMPG 2009 ) mengadakan suatu kegiatan seminar yang bernama ” Mega Seminar Nasional dan Temu Akbar Geografi Se-Indonesia“. Kegiatan ini merupakan wujud kepedulian terhadap hal-hal yang berkaitan dengan fungsi dan peran geografi dalam pendidikan dan pembangunan bangsa agar lebih tertanam dalam diri masyarakat umum, mahasiswa, maupun dosen dan guru.

LANDASAN KEGIATAN

1. Tri Dharma Perguruan Tinggi

2. Program Kerjasama IGI, IMAHAGI dan HIMA PENDIDIKAN GEOGRAFI 2009 FISE UNY.

TUJUAN KEGIATAN

1. Memberikan pengetahuan tentang geografi, fungsi dan peran geografi dalam pendidikan dan pembanunan bangsa indonesia.

2. Membangun kesadaran peserta agar bisa menjalankan dan mewujudkan fungsi dan perean geografi secara konkret.

3. Sebagai upaya untuk memunculkan ide-ide kreatif agar bisa mencetak calon pendidik maupun yang sudah terjun dalam dunia pendidikan agar paham akan banyaknya dan pentingnya fungsi dan peran geografi dalam pendidikan dan pembangunan demi kelangsungan hidup bangsa.

4. Membangun hubungan yang baik antara mahasiswa, guru maupun dosen terutama jurusan geografi agar dapat bekerjasama dalam mewujudkan fungsi-fungsi dan peran-peran geografi secara tepat.

5. Sebagai sarana komunikasi dan perjuangan elemen Geografi (Mahasiswa-Guru-Geograf) dalam memajukan geografi dan pembangunan bangsa.

MANFAAT KEGIATAN

Peserta dapat mengetahui dan memahami tentang geografi dan banyaknya fungsi-fungsi dan peran geografi yang bisa dikembangkan secara umum maupun secara khusus yang kemudian bisa diwujudkan dalam bidang pendidikan dan pembangunan bangsa, juga sebagai sarana (wadah) komunikasi, koordinasi dan sharing untuk memaksimalkan potensi keilmuan geografi bagi kemajuan dan pembangunan Indonesia.

PELAKSANA KEGIATAN

Pelaksana kegiatan Mega Semina dan Temu Akbar ini ini adalah pengurus IMAHAGI dan pengurus HIMA PENDIDIKAN GEOGRAFI 2009.

SASARAN KEGIATAN

Sasaran dari kegiatan Mega Seminar Nasional dan Temu Akbar Geografi Se-Indonesia adalah Seluruh mahasiswa Geografi, Guru mata pelajaran geografi, Dosen Geografi dan Ikatan Profesi Geografi (Geograf) pada khususnya, dan masyarakat pada umumnya.

BENTUK KEGIATAN

Kegiatan Mega Seminar Nasional ini Berbentuk Seminar Nasional sehari dengan pembicara Tingkat Nasional dalam 3 sesi yang akan dilajutkan dengan sarasehan dan musyawarah bersama atau temu akbar Geografi seluruh Indonesia dari elemen mahasiswa, Musyawarah Guru mata pelajaran Geografi dan para Geograf.

Ø Makalah yang disampaikan dalam seminar ini merupakan makalah undangan dengan Pembicara dari:

1. Gubernur DIY (Keynote Speaker).

2. Menteri Lingkungan Hidup RI.

3. ———-

4. Ketua Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP) RI.

5. Ketua Ikatan Geograf Indonesia.

6. Pakar Geografi Indonesia.

Ø Temu Akbar akan dilakukan dengan musyawarah bersama agar adanya pengembangan kurikulum yang sama seluruh Indonesia, dan perjuangan yang sama terhadap posisi strategis geografi dalam pembangunan di Indonesia.

WAKTU DAN TEMPAT KEGIATAN

Hari : Sabtu – Minggu

Tanggal : 14-15 November 2009

Tempat : – Auditorium UNY (Seminar)

– Villa Taman Eden 1 Jalan Astomulyo Kaliurang(Temu Akbar)

 

SUSUNAN ACARA

MEGA SEMINAR DAN TEMU AKBAR GEOGRAFI SE-INDONESIA

Sabtu, 14 November 2009

05.30 – 06.30               Breafing Panitia

06.30 – 07.30               Registrasi Peserta

07.30 – 08.30               Hiburan

08.00 – 09.00               Opening Ceremony

09.00 – 09.30               Coffee Break

09.30 – 12.00               Penyampaian Materi Sesi I

12.00 – 13.00               Ishoma

13.00 – 15.00               Penyampaian Materi Sesi II

15.00 – 15.30               Isho

15.30 – 17.00               Presentasi Pemakalah Pendamping

17.00 – 17.30               Penutupan Acara Seminar

17.30 – 18.30               Berangkat Ke Kaliurang

19.30 – 23.00               Temu Akbar Geograf Se-Indonesia

23.00 -06.00                Istirahat

Minggu, 15 November 2009

06.00 – 06.30               Agenda Pagi

06.30 – 08.00               Bersih Diri Dan Sarapan

08.00 – 11.00               Melanjutkan Agenda Temu Akbar Geograf Se-Indonesia

11.00 – 13.00               Berangkat ke Jogja – Istirahat

13.00 – 15.00               Perss Conference

15.00 – 15.30               Closing Ceremony

 
3 Komentar

Ditulis oleh pada 27 Oktober 2009 in Uncategorized

 

PEMBERITAHUAN PENTING

permohonan-database-komisariat

No : 01/Pemberitahuan /IMAHAGI/V/2008/B

Perihal : Pemberitahuan

Lampiran : 1 Lembar

Kepada Yth;

Pimpinan Komisariat IMAHAGI

Di Tempat

Dengan hormat,

Sehubungan dengan kelengkapan administrasi yang menyangkut keanggotaan IMAHAGI, maka kami memohon kepada seluruh pimpinan komisariat untuk mengisikan database anggota sesuai dengan format terlampir. Adapun format database yang telah diisi kemudian dikirimkan melalui e-mail: imahagipusat@yahoo.com atau dapat dikirim ke mailing list: geo_indonesia@yahoogroups.com. Kesediaan saudara untuk mengirimkan daftar anggota IMAHAGI merupakan langkah yang mendukung kemajuan IMAHAGI agar tetap eksis sebagai organisasi kemahasiswaan di Indonesia.

Demikian pemberitahuan ini kami buat. Atas perhatian dan kesediaan saudara demi kemajuan IMAHAGI, kami sampaikan terima kasih.

Yogyakarta, 2 Mei 2008

Sekretaris Jenderal IMAHAGI Ka. Biro Administrasi

Mashudi Majeri Qori’atu Zahro’

Contact Person:

Mashudi Majeri (Sekretaris Jenderal) UNY : 081 70 42 76 52

Qori’atu Zahro (Biro Administrasi) UGM : 085 86 85 28 047

Rudiono (Ass.Biro Administrasi) UNY : 085 66 4948 740

BIODATA ANGGOTA IMAHAGI

(dapat diambil di mailist)

(Komisariat:………………………)

1. Nama Lengkap :

2. Nama Panggilan :

3. Tempat/tgl lahir :

4. Alamat Rumah :

5. No telp/HP :

6. Hobi :

7. Pekerjaan :

8. Pendidikan :

1 SD ………………………………………………………………….

1 SMP ………………………………………………………………..

1 SMA ……………………………………………………………….

1 Perguruan Tinggi …………………………………………………..

10. Pengalaman Organisasi

No

Nama Organisasi

Jabatan

Tahun

Hormat saya

KETERANGAN:

Ø Format diatas dapat dicopy sesuai dengan jumlah calon anggota,

Ø PB IMAHAGI tidak membatasi jumlah calon anggota yang berkenan mendaftarakan diri sebagai anggota.

Ø Syarat keanggotaan sebagaimana tertulis pada AD/ART IMAHAGI yang dapat diakses secara umum pada mailing list : geo_indonesia@yahoo.com

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 25 Januari 2009 in Uncategorized

 

IMAHAGI Gelar Aksi Damai

PRESS RELEASE : Untuk Media Massa Lokal dan Nasional

Dalam rangka momentum hari bumi tanggal 22 April 2008 , Pengurus Besar Ikatan Mahasiswa Geografi Indonesia (PB IMAHAGI) menggelar aksi damai dan teaterikal di sekitaran Bundaran UGM Yogyakarta. Aksi yang didukung oleh BEM KM Geografi UGM dan Hima Pendidikan Geografi UNY juga mengundang seluruh elemen mahasiswa yang ada di UGM dan UNY.
Massa yang datang dari dua kampus itu membentangkan beberapa kertas bertuliskan ajakan untuk menjaga bumi kita. Aksi diawali dengan pembacaan pernyataan sikap dan selanjutnya dilakukan orasi-orasi oleh perwakilan dari setiap universitas. Sementara disekeliling bundaran terlihat beberapa mahasiswa yang membagi-bagikan leaflet dan stiker ajakan untuk cinta lingkungan kepada pengendara kendaraan bermotor yang melintas.
Menurut Mashudi Majeri selaku Sekjen PB IMAHAGI bahwa aksi ini tidak lebih sebagai bentuk keprihatinan terhadap kondisi lingkungan di sekeliling kita. Lebih lanjut Mashudi menambahkan jika tidak ada respon dari kita sangat sulit untuk memperbaiki kondisi ini. “ masalah polusi, kerusakan hutan dan lingkungan merupakan masalah serius yang menuntut kita untuk bersama-sama menyikapinya”.ujar Mashudi.
Dalam orasinya, perwakilan mahasiswa ini menyampaikan pernyataan sikap bersama yang memuat 6 poin penting. Isi pernyataan sikap yaitu mengharapkan kepada pemerintah untuk tetap menindak tegas pelaku perambah hutan secara liar yang dapat mengancam kelestarian hutan dan berdampak pada pemanasan global, mengajak peran serta seluruh masyarakat untuk peduli terhadap kondisi lingkungan dan senantiasa menjaga keseimbangannya demi terciptanya kondisi lingkungan yang sehat, aman, dan kondusif bagi aktifitas manusia baik sekarang maupun akan datang, Perlu adanya tindak lanjut KTT Perubahan Iklim di Bali yang nyata dan mampu dirasakan oleh semua elemen masyarakat, Peninjauan Kembali (PK) terhadap PP no. 2 tahun 2008 dengan pertimbangan fungsi strategis dari hutan lindung bagi keseimbangan lingkungan dan masyarakat, Koordinasi dan konsolidasi oleh semua elemen stakeholder (Pusat maupun Daerah) dalam pengawasan bencana yang sewaktu-waktu mengancam

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 25 Januari 2009 in Uncategorized

 

Pelantikan Pengurus Besar 2008-2010

Pengurus Besar IMAHAGI 2008-2010 Dilantik

Dilaksanakan juga Penanaman 3000 Mangrove di Pantai Utara Jawa

Pengurus Besar Ikatan Mahasiswa Geografi Indonesia (IMAHAGI) masa bakti 2008-2010 dilantik oleh Ketua Umum Ikatan Geograf Indonesia (IGI) Prof. Dr. Suratman Worosuprojo, M.Sc atas nama Direktur Kelembagaan Ditjen Dikti DEPDIKNAS. Pelantikan berlangsung di kampus Universitas Negeri Semarang 11 April 2008. Dalam acara pelantikan ini dihadiri oleh perwakilan komisariat IMAHAGI dari beberapa daerah diantaranya UNY,UGM,Universitas Negeri Malang, UNESA Surabaya, UNDIKSHA Bali, Universitas Muhammadiyah Surakarta, dan UNNES Semarang sebagai tuan rumah.

Pengurus Besar ini dipilih dalam kesepakatan hasil Kongres IMAHAGI IX yang dilaksanakan di UGM Februari lalu. Sekjen IMAHAGI terpilih adalah Mashudi Majeri yang juga mahasiswa UNY angkatan 2005, sedangkan biro administrasi dipegang oleh Qori’atu Zahro (UGM) staf biro Rudiono (UNY), biro keuangan oleh Sugeng Wardoyo (UNY) staf biro Faruqi Ageng (UGM), dan bidang-bidang lainnya seperti bidang pengembangan organisasi yang diketuai oleh Catur Pamungkas (UNNES) staf bidang Anton Kusumo (UNY). Pengurus besar IMAHAGI terdiri dari mahasiswa geografi dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia seperti UI, UPI Bandung, UNY,UGM,UNNES,UNESA,UM,dan UNDANA Kupang.

Dalam sambutan sekjen terpilih, Mashudi mengajak seluruh mahasiswa geografi Indonesia untuk menyatukan tekad dalam membantu pemerintah membangun bangsa ini. “Kita sebagai mahasiswa geografi, janganlah hanya bisa bicara saja. Marilah kita tunjukkan kontribusi dalam pembangunan nasional” ujar Mashudi lantang. Sementara ketua IGI menyampaikan bahwa IMAHAGI sebagai representasi mahasiswa geografi di Indonesia haruslah mampu menjadi contoh bagi mahasiswa lain yang peduli terhadap kondisi lingkungan di sekitar kita.

Agenda pelantikan merupakan bagian dari serangkaian kegiatan awal IMAHAGI 2008-2010. Selepas acara pelantikan dilaksanakan pula Seminar Nasional dengan tema “Membangun Indonesia dengan Basis Kelingkungan” dengan menghadirkan narasumber dari BAPPENAS dan akademisi. Di hari kedua serangkaian kegiatan ini ditanam 3000 batang mangrove di pantai utara. Penanaman mangrove ini dilangsungkan di tepi pantai utara yang termasuk wilayah Desa Kartika Jaya di Kabupaten Kendal, Jawa Tengah. Acara penanaman mangrove ini juga didukung oleh Ikatan Pemuda Muhammadiyah cabang Weleri dan mahasiswa Teknik Lingkungan Universitas Diponegoro (rudy).

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 29 Desember 2008 in Uncategorized

 

Aksi

www.mahasiswa.com
4 April 2008

Mahasiswa Jogja Sambut Hari Bumi dengan Demo

Seratusan lebih mahasiswa yang tergabung dalam aliansi mahasiswa yang terdiri atas Ikatan Mahasiswa Geografi Indonesia (Imahagi), KM Fakultas Geografi UGM, HIMA Geografi UNY, BEM KM UGM, dan Mapagama, Selasa (22/4), memperingati Hari Bumi 22 April dengan mengelar demo di ujung selatan Bundaran UGM.

Mereka mengibar-ngibarkan bendera masing-masing elemen sambil membawa poster-poster yang memperkuat tuntutannya, antara lain peninjauan kembali (PK) terhadap PP No 2 Tahun 2008 dengan pertimbangan fungsi strategis dari hutan lindung bagi keseimbangan lingkungan dan masyarakat.

Mahasiswa juga menggelar mimbar bebas dan satu-persatu para aktivis menyampaikan orasinya sambil diiringi yel-yel rekan-rekannya. Menurut koordinator lapangan, Mashudi Mujeri, turunnya PP itu hanya untuk mengatur izin bagi 13 perusahaan tambang yang operasinya terkendala karena status hutan lindung.

Presiden SBY menganggap masyarakat telah salah dalam mengartikan PP tersebut dan beberapa hari kemudian Menteri ESDM menyatakan akan segera mengeluarkan Keppres yang memungkinkan perusahaan lain bergabung membabat hutan.

Masyarakat juga menangis karena hal itu mengorbankan lingkungan kita, bumi yang kita tinggali.

“Yang lebih memprihatinkan lagi, tahukah anda berapa sewa yang dibayar untuk tiap meter persegi hutan lindung, yaitu hanya Rp 120-Rp 300 saja,” tambahnya.

Karena itu, pada kesempatan tersebut mereka menyatakan perlu adanya tindak lanjut KTT di Bali yang nyata dan mampu dirasakan oleh semua elemen masyarakat.

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 20 Oktober 2008 in Uncategorized

 

Hello world!

Welcome to WordPress.com. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!

 
1 Komentar

Ditulis oleh pada 17 Oktober 2008 in Uncategorized